Selasa, 20 Oktober 2009

Australia yang cantik

Aku seperti mimpi berada di negeri kanguru, betapa tidak. Semua tertata rapi, tertip, indah, aman, nyaman dan lain-lain. Kita hidup seperti di dunia impian. Taman di mana-mana ada dan semuanya indah, dengan bunga2 bertebaran, indah warna-warninya. Tiap orang dengan kesibukan masing-masing tanpa ada yang ingin menggagu orang lain. Tapi mereka sangat peduli dengan orang lain. Tiap kali kami sedang menemui kesulitan maka pasti ada orang yang mendatangi kami untuk menawarkan bantuan tanpa kita minta. Dan jika kita bertanya tentang tempat maka mereka akan mengantarkan kita hingga kita paham apa yang kita cari. Di tempat2 umum tersedia map/peta yang bisa kita ambil gratis. Jadi kita tidak akan kehilangan jejak, pasti bisa menemukan tempat yang kita mau. Juga orang dari Indonesia banyak sekali di manapun dan mereka selalu menyapa dan mendekati kita untuk bercakap-cakap. Hati ini merasa nyaman berada di negeri ini tanpa ada rasa khawatir. Orang2 sangat takut akan hukum jadi sangat patuh. Di manapun ada kamera yang akan memantau setiap kegiatan.

Study in Australia

Tanggal 2 Oktober 2009 saat Cepu berselimut rintik hujan, aku di antar Papi, Mokti dan Gradi ke stasiun. Pada waktu itu pukul 20.45, udara begitu dingin menyentuh kulit. Aku berusaha tegar saat akan meninggalkan Cepu untuk waktu yang cukup lama yaitu 2 bulan. Ku tatap satu persatu orang-orang yang ku sayangi, kupeluk mereka dan aku tersenyum melambaikan tanganku dengan ucapan selamat ketemu kembali. Kami sedang berperang melawan pembrontakan hati kami antara sedih, khawatir dan harapan.Kutapak kereta dengan harapan akan membawaku ke Jakarta dengan selamat.Kereta Sembrani bergerak dengan cepatnya hingga mereka berlarian untuk sekedar melambaikan tangan. Betapa berat harus berpisah dengan mereka. Aku mengemban tugas negara untuk belajar bahasa Inggris di Australia bersama 18 orang se Indonesia. Dengan bacaan Basmalah aku tatap ke depan masa depanku, semoga Allah selalu bersamaku dan keluargaku, amin.